Gambaran Umum Ponpes MWI Kebarongan

MWI Kebarongan | Kamis, 15 Januari 2015 - 10:57:15 WIB | dibaca: 5541 pembaca

LETAK GEOGRAFIS :

Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (PP.MWI) Kebarongan terletak di desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, wilayah Propinsi Jawa Tengah.

Desa Kebarongan yang luas tanahnya keseluruhan tercatat 473 hektar / + 4,72 kilometer persegi itu wilayahnya dibatasi :

  1. Sebelah utara oleh desa Pageralang
  2. Sebelah timur oleh desa Karangjati dan Alasmalang.
  3. Sebelah selatan oleh desa Sirau.
  4. Sebelah barat oleh desa Gejabur dan Sidamulya.

Komplek pusat PPMWI kebarongan berada di suatu gerumbul bernama Teleng yang artinya pusat, merupakan daerah jantung dan pertengahan dari wilayah desa Kebarongan. Jaraknya dari jalan raya yang biasa dilewati kendaraan angkutan jurusan Yogya – Jakarta sekitar 400 meter, masuk ke selatan, jadi posisinya bagi suatu lembaga pendidikan cukup strategis, karena tidak terganggu oleh lalu lalangnya kendaraan bermotor namun tidak terlalu jauh hingga urusan yang berhubungan dengan masalah transportasi mendapat banyak kemudahan. Komplek tersebut dinyatakan sebagai “Komplek pusat”, sebab pondok pesantren mempunyai komplek lain yang tidak menyatu dalam komplek itu.

Di samping itu ada komplek madrasah  milik pondok pesantren yang letaknya di arah utara berjarak lebih kurang 450 meter dari komplek pusat (persis) sebelah selatan jalan raya. Komplek  ini dibangun karena di komplek pusat sudah kehabisan tanah untuk dibuat bangunan diatasnya. PPMWI kebarongan atau Yayasan Pondok Mesjid Madrasah Wathoniyah Islamiyah (POMESMAWI) Kebarongan.

LATAR BELAKANG HISTORIS :

Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah adalah sebuah Madrasah Aliyah yang lahir dari sebuah cikal bakal Pondok Pesantren yang berdiri sejak tahun 1878 M,  atau  1296 H.  oleh Kyai Muhammad Habib seorang santri yang pernah mondok/ngaji di pondok pesantren Kedungwot dan pondok pesantren Somalangu, kemudian melanjutkan studinya di Makkah Al Mukarromah selama 20 tahun. dan belia mengembangkan ilmunya serta berda’wah menyebarkan agama Islam di desa Kebarongan yang waktu itu masih hutan, dan  beliau wafat  pada tahun 1888 M.

Dalam periode pertama  (Tahun  1878 s/d 1888 M) dan periode kedua  (Tahun  1888  s/d  1906 M) Pembelajaran memakai system sorogan dan bandungan (tradisional), sedangkan  Pembelajaran dengan memakai system Madrasi (klasikal) baru dimulai sejak periode ketiga  (Tahun 1906 s/d 1945 M) atas dorongan SI (Serikat Islam) afdeling Kebarongan dan kemudian diberi nama Madrasah Islamiyah dan pada tanggal  15 Juni  1916  Madrasah Islamiyah ini mendapat pengesahan dari Pemerintah Belanda sebagai satu-satunya Madrasah yang berstatus swasta.

Setelah kunjungan   Bapak HOS  Cokroaminoto dan teman-temannya  pada tahun 1931, Madrasah Islamiyah ini bertambah maju dan beliaulah yang kemudian mengubah nama Madrasah ini dengan nama baru yaitu Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan, dengan mengembangkan system pendidikan terpadu yaitu Pendidikan Pondok pesantren dan Madrasah,  (system ini berlangsung sampai sekarang), dengan tujuan antara lain  :

  1. Menanamkan dan menyebar luaskan benih-benih keislaman serta cinta terhadap Islam sebagai Agama Allah yang wajib diamalkan.
  2. Memeperluas dan mempertinggi pengetahuan, derajat ummat berdasarkan Islam yang murni.
  3. Mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam cara menanamkan dan mengamalkan Firman Allah SWT.

Dengan melihat dan menyesuaikan perkembangan dan kebijakan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya, maka lembaga pendidikan Pondok Pesantren Madrasah Aliyah  Wathoniyah Islamiyah  Kebarongan tanpa mengurangi karakteristik kepesantrenannya, maka kami telah berusaha memberikan kebijakan bahwa kurikulum dan alokasi waktu untuk materi pondok pesantren dan madrasah telah mengalami sedikit penyesuaian, penggabungan dan tambahan waktu menjadi 9 jam pelajaran setiap hari dengan kurikulum gabungan kurikulum pesantren, kurikulum Depag dan kurikulum Diknas atau yang kita kenal dengan Tri In One system Kurikulum dengan libur mingguan hari Jum’at,   ditambah praktikum Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Arab dan bahasa Inggris, praktek menjahit pada sore hari serta praktikum Laboratorium Komputer pada pagi hari.

Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah pertama kali mendapatkan SK Badan Hukum dari Pemerintah pada tanggal 15 Juni  1916 telah diakui syah dan tercatat dalam buku stambuk Inspeksi Pendidikan Agama perwakilan Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah sebagai Perguruan Agama Swasta dengan Nomor Induk  377, dengan status “TERDAFTAR”.  Dan baru pada tahun 1981 lahirlah kebijakan baru bahwa santri/siswa Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan diperbolehkan mengikuti ujian persamaan negeri EBTAN/EBTANAS (tidak dipaksakan)  dan hampir setiap mereka mengikuti Ujian negeri  rata-rata lulus   100%.  Dan sejak tahun itu pula lulusan Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi umum faforit baik negeri maupun swasta baik dalam maupun luar negeri, bukan hanya ke IAIN atau perguruan tinggi agama seperti sebelum siswa mengikuti ujian persamaan.

Dengan melihat dari sisi  positif sebuah lembaga pendidikan yang telah mengikuti akreditasi dan atas dorongan dari para pengawas Madrasah dan kemauan keras dari Kepala Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah (Drs Aris Baidowi, MAg)  yang waktu itu baru menjabat sekitar 2 tahun, dengan  dukungan dari pengurus madrasah dan para ustadznya, maka pada   tanggal 22 Maret  2000 Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah mengikuti akreditasi yang pertama,  dan  Al Hamdulillah hasilnya sangat menggembirakan dengan mendapatkan status yang meloncat dua tingkat lebih tinggi dari yang asalnya “TERDAFTAR”  langsung  “DISAMAKAN”. Bahkan konon waktu itu dari  200 lebih Madrasah  yang mengikuti akreditasi  se Jawa Tengah hanya 3 Madrasah Aliyah yang mempunyai nasib  yang sama.   Dan akhirnya turunlah SK  Direktur Jenderal  Pembinaan Kelembagaan Agama Islam   Nomor :  E.IV/pp.03.2/ KEP/ 56 /2000.

Sejak saat itulah Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan mulai melaksanakan Ujian Akhir Negara (EBTAN/EBTANAS) mandiri artinya tidak bergabung ke Madrasah  negeri, menandatangani Ijazah Negara sendiri dan melegalisir ijazah juga sendiri, artinya hal ini membawa pengaruh positif bagi setiap siswa dan  alumni Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan baik secara moril maupun materiil, dan bahkan berpengaruh positif terhadap masyarakat luas, terbukti antara lain kepercayaan mereka lebih tinggi untuk memasukkan putra/putrinya ke Madrasah ini.

Sehubungan dengan adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur bahwa akreditasi sebuah lembaga pendidikan formal harus dilaksanakan setiap 4 tahun sekali, maka   pada tanggal :  11 April  2005 Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan telah kedatangan team Akreditasi dari Propinsi Jawa Tengah yang terdiri dari unsur  Kanwil Depag,  unsur Perguruan Tinggi (dosen) dan unsur Pengawas,  yang mereka datang untuk menilai Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah dari berbagai aspek/bidang sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memakai standar Nasional.  Kemudian  pada 2 bulan berikutnya, turunlah SK hasil akreditsi dengan Nomor : Kw. 11.4/4/PP.03.2/625.2.01/2005  Tertanggal  27 Juni  2005   yang menerangkan bahwa Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan mendapatkan status akreditasi baru yaitu “TERAKREDITASI “A” dengan hasil nilai “SANGAT BAIK” bahkan merupakan satu-satunya Madrasah Aliyah Swasta se eks Karesidenan Banyumas yang mendapat status ini, bahkan mengalahkan Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Banyumas.

Sebagai sebuah institusi pendidikan yang tidak menutup mata terhadap adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sehingga di Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan tidak hanya mempersiapkan para alumninya sekedar menguasahi bidang agama akan tetapi juga mempersiapkan para alumni dan lulusannya untuk dapat bersaing dipasar/bursa  kerja dan didunia perguruan tinggi umum negeri maupun swasta faforit (dalam maupun luar negeri) dan bukan hanya melanjutkan ke perguruan tinggi agama.  Dan terbukti Al Hamdulillah dalam decade 10 tahun terakhir ini lulusan Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah telah banyak lulusannya yang  dapat menembus melanjutkan kuliahnya ke UGM. UNDIP, UNSOED, IPB, UI, STAN, UNJ. UNY, UNES, ITS, UNS, UNILA, UIN, LIPIA, AKPER, UAD. UMP, UMJ,    disamping  ada yang study ke luar negeri seperti : Unifersitas AL AZHAR Cairo Mesir,  Madinah, Makkah  dan lain-lain. (baik dengan bea siswa maupun non bea siswa).    Dan juga di perguruan tinggi swasta faforit  pada beberapa fakultas dan jurusan.

Sebagai sebuah Madrasah Aliyah yang sudah cukup tua,  dan mempunyai ciri khusus  dan kelebihan dari Madrasah lain,  maka tidak aneh kalau Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan diburu oleh para santri dari daerah luar Kabupaten,  bahkan luar Propinsi seperti dari Sumatra, Lampung, Kalimantan, Medan, Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur  dan lain-lain,  hal ini tetap berlangsung hingga sekarang.